Obama, Amerika, dan Indonesia..

Okeh, semua orang pasti tau. Semua media telah mengumandangkan tentang terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden ke-44 Amerika Serikat. Seluruh dunia pun bersorak. Berdasarkan laporan detik.com,

“Dengan memilih Anda, rakyat Amerika telah memilih perubahan, keterbukaan dan optimisme,” kata Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dalam sebuah surat untuk Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/11/2008).

“Kemenangan brilian Anda sebagai hadiah atas komitmen tak kenal lelah untuk mengabdi pada rakyat Amerika,” ujar Sarkozy.

Ucapan selamat juga datang dari Presiden China Hu Jintao. “Dalam era baru bersejarah ini, saya menantikan untuk membawa kerja sama konstruktif hubungan bilateral kita ke level baru,” kata Presiden Hu dalam pernyataan tertulisnya.

Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown bahkan memuji politik Obama yang penuh semangat serta “nilai-nilai progresifnya dan visinya untuk masa depan”.

Ucapan selamat juga disampaikan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Jepang Taro Aso. Perdana Menteri India Manmohan Singh menyebut terpilihnya Obama sebagai kemenangan luar biasa. Singh juga mengundang Obama untuk berkunjung ke India.

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menyebut kemenangan Obama seperti mimpi yang menjadi kenyataan. “45 tahun silam Martin Luther King punya impian tentang Amerika yang pria dan wanitanya tidak akan dinilai sesuai warna kulit mereka tapi berdasarkan karakter mereka,” kata Rudd.

“Hari ini apa yang telah dilakukan Amerika adalah membuat impian itu menjadi kenyataan,” imbuhnya.

Ucapan selamat juga disampaikan para pemimpin Irak, Palestina dan lainnya.

Wowwww, betapa besarnya perhatian dunia kepada Amerika Serikat. Yang menarik buat gw selanjutnya adalah bagaimana dengan pendapat Bang Ahmadinejad (Iran), Om Hugo Sanchez (Venezuela), Om Evo Morales (Bolivia), atau Kakek Raul Castro (Cuba) dari negara-negara yang berada di seberang Amerika secara ideologi ?? Apakah mereka juga bersorak seperti masyarakat dunia lainnya ? Coba nanya-nanya ama mbah Google, tp blon nemu juga.

Bisa jadi mulai hari ini mereka sedikit melunak, mungkin tidak akan terang-terangan menunjukkan harapan seperti negara-negara laennya, tapi lebih memposisikan diri pada “wait and see”, apakah Obama bisa mengubah karakter arogansi Amerika. Temen gw yang dr Vietnam, yang juga merupakan negara sosialis, hari ini memasang status “Obama, congratulation..” pada YM-nya, bisa jadi ia mewakili masyarakat sosialis Vietnam yang juga menaruh harapan agar Amerika mengubah pandangannya terhadap negara-negara sosialis seperti Vietnam. 

Di Indonesia sendiri tak beda dengan mayoritas negara dunia laennya (emang Indonesia ni lah, ga pernah berani beda.. upss.. :D). Orang-orang yang tadinya menyatakan anti Amerika, entah mereka sadari atau tidak, hari ini telah terjebak untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sepenuhnya benci Amerika. Cukup geli buat gw, tp it’s okay, tak masalah. Hari ini presiden Amerika berubah, jadi wajar jika pandangan juga sedikit berubah.

Untung aja tuh wartawan detik kaga nanya pendapat gw..(*mang lu sape, Guh ?? eits, gw kan presiden Republic of Parasatria, liat aja di Pesbuk gw, hehe..). Buat gw sendiri, “Amerika ganti presiden. So what gitu lohhh ?…”, tak banyak harapan dr gw saat ini. Banyak yang bilang, mungkin konflik Irak akan segera berakhir dan Amerika akan menarik pasukannya, gw pikir takkan semudah itu. Menarik pasukan begitu saja sama artinya menjatuhkan kewibawaan bangsa Amerika. Apalagi mereka sudah tercoreng sebagai penyebab krisis ekonomi global yang terjadi saat ini. Obama sendiri telah menyatakan dalam pidato kemenangannya, pekerjaan pertama yang akan dilakukannya adalah memperbaiki ekonomi Amerika. Jadi, menurut gw kondisi di Irak takkan banyak berubah.

Lalu bagaimana dengan Indonesia, Guh ?

Ada satu harapan dan sekaligus kekhawatiran dari gw terhadap negeri yg gw cintai ini dalam hubungannya dengan Amerika. Jika ternyata benar nantinya Obama bisa mengubah wajah arogan Amerika, gw pikir ini saat yang tepat buat Indonesia untuk benar-benar lepas dari ketergantungannya kepada Amerika, paling tidak kita bisa “mengurangi jauh lebih banyak”. Nah, yang jadi kekhawatiran gw adalah dengan wajah Amerika yang mungkin agak jadi lebih manis, yang terjadi malah sebaliknya, Indonesia jadi makin “nglendot” di ketek Amerika. Semoga tidak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s