dialog absurd di tengah hiruk pikuk Jakarta

cuma mindahin yang gw dapat dari forwardan temen (Asih),.. dialog-dialog kocak di Jakarta, konon katanya beneran,.. buat dibaca-baca lagi kalo dah stress ngurusin thesis,.. lumayan bisa ngendorin urat syaraf otak, hehe…

—————————————————————
Belum, lagi jelek koneksinya.
Researcher: “Eh pensil gua kemana ya?”
Researcher Khusyuk Internetan: “Kenapa loe?”
Researcher: “Pensil gua ilang! Loe tau gak dimana? Udah gua cari kemana-mana nih! Mana sih ya?
Researcher Khusyuk Internetan: “Udah loe cari di google belum?”

R&D Jakarta, didengar oleh satu divisi yang merasa salah satu dari mereka kena penyakit internetan akut.

Buah simalakama.. .
Ibu pengemudi yang tiba-tiba panik: “De, pegangin setirnya. Mama mau garuk pantat!”
Anak laki-laki berusia 18 tahun: “Ah, Mama! Gak mau ah!”
Ibu pengemudi yang tiba-tiba panik: “Kamu mendingan megangin setir apa garukin pantat Mama?”

Tol Jagorawi, didengar anak perempuan di belakang yang ingin melompat keluar mobil.

Bis sekarang teladan…
Cewe baru belajar nyetir: “Gua itu paling males nyetir di belakang bis, tau sendiri kan bis suka ontime nunggu penumpang… ”

Kelapa Gading, didengar oleh saudara yang malas menjelaskan perbedaan besar “ontime” dan “ngetem”.

Ini salah jari atau otak ya?
Lelaki sibuk di handphone: “Halo X, gua telepon ke nomor satunya ya (tutup) Halo… (mulai ngomong panjang lebar)… Lho? Ini siapa? Oh sorry, salah sambung! (memencet nomor lagi) Halo Y, loe gimana sih, ngasih nomer X ke gua kok salah sih! Gimana sih loe? (diam sesaat) Lho? Ini bukan Y ya? Sorry salah sambung…”

Bank Swasta Pondok Indah, didengar oleh istri yang langsung tambah asik membaca email di BlackBerry-nya.

Itu beda lho…
Pengunjung: “Mbak, Coke-nya satu ya, pake es…”
Pelayan: “Maaf Mbak, Coke-nya gak ada, adanya Diet Coke.” Continue reading