cunami on windows

Kemarin nyobain ng-convert CUDA application dari Linux ke Windows.. Setelah ngubek2 pesan error yang muncul, akhirnya berhasil jg.. Biar ga lupa dicatet aja ah.. 😀 Aplikasi yang mau gw convert namanya “cunami”, singkatan dari CUDA for Simulation of Tsunami.. hasil dari thesis gw kmaren.. hehe.. aslinya sih dikerjain di linux.. cuma pengen nyobain di windows aja..

yang perlu gw lakukan biar bisa dicompile di visual studio :

  1. ubah header include sys/time.h ke time.h, di windows ga perlu pake “sys”
  2. rendercheck_gl.cpp and rendercheck_gl.h are needed, jadi copas-kan ke cunami folder..
  3. project property di visual studio pada bagian C/C++ > Additional include directory: $(CUDA_INC_PATH);
    $(NVSDKCOMPUTE_ROOT)Ccommoninc
  4. project property di visual studio pada bagian C/C++ > Debug Information format: Program Database for Edit & Continue (/ZI) atau pada bagian Linker > Enable Incremental Linking: Yes (/INCREMENTAL)
  5. project property di visual studio pada bagian Linker > Additional dependecies : cudart.lib cutil32D.lib glew32.lib
  6. copas-kan cutil32.dll, glew32.dll and glut32.dll ke C:WindowsSystem32 agar file *.exe hasil compiling bisa running.

That’s all, and.. taraa…

catatan: gpfs on windows node

Here’s a general installation procedure

  1. Create AD Domain User account “root”
  2. Add root account to windows 2008 server administrators group
  3. Logon with root account
  4. Disable Windows UAC – REBOOT
  5. Disable Windows Firewall
  6. Install Role – Services for Network File System
  7. Install Feature – Subsystem for UNIX-Based Applications
  8. Download “Utilities and SDK for UNIX-based Applications_AMD64”
    Start > Program > Subsystem for UNIX-based Applications > Download Utilities for Subsystem …
    Select All Components
    Select All Unix features – SuToRoot, setuid, case sensitive
    REBOOT
  9. Install Boostrap Installer
    ftp://ftp.interopsystems.com/pkgs/bootstrap/pkg-2.10.9-bootstrap60x64.exe
    run pkg-2.10.9-bootstrap60x64.exe – accept install updates
  10. Install OpenSSH
    open a C shell
    $ pkg_update -L openssh (require internet connectivity)
  11. Create ssh key and configure passwordless logon with other cluster nodes
  12. run GPFS-3.3.Windows-cz1rpen.msi – REBOOT
  13. uninstall gpfs 3.3 using “add/remove programs”
  14. install gpfs-3.3.0.1-WindowsServer2008-x64-update.msi
  15. Launch C Shell
    chown -R root /var/mmfs
    chown -R root /var/adm/log
    chown -R root /var/adm/ras
    chown -R root /usr/lpp/mmfs
  16. Activate GPFS win service,
    mmwinservctl set --account <rootaccount> --password <rootpassword>
    mmwinservctl enable
  17. On GPFS cluster manager,
    mmaddnode <win-node>
  18. Back to win node,
    mmstartup
    mmmount <device> <driveLetter>
  19. error log is in /var/adm/ras/mmfs.log.latest

tambahan tentang remote desktop

Tambahan buat topik ini. Sebenarnya, buat remote desktop tidak harus menginstall vncserver lagi, karna untuk GNOME, by default sudah terinstall paket vino, yang juga sebuah remote desktop system. Lantas, apa bedanya vncserver dan vino? Setelah dicobain, ternyata bedanya ada pada kemampuan membuat session baru. Dengan menggunakan vncserver, ketika anda ngremote, kompie yang diremote (server) akan membuat session baru yang berbeda dengan session yang sedang berjalan. Ini artinya apa yang dikerjakan pada sisi client takkan berpengaruh pada sisi server. Bahasa sederhananya, apa yang tampil di sisi client berbeda dengan tampilan pada server. Sedangkan bila menggunakan vino, client tetap menggunakan session server. Simplenya, bila anda menggerakkan mouse anda dari client, maka pada server posisi cursor juga berubah. Hal ini sama dengan sistem remote desktop di lingkungan windows.

Keuntungan lain menggunakan vncserver adalah, bila vncserver disetting untuk jalan ketika booting, anda bisa ngremote server tanpa harus logon terlebih dahulu. Ini karena prinsip new session tadi. Sebaliknya pada vino, anda harus logon salah satu user terlebih dahulu.

Keuntungan menggunakan vino adalah, anda dapat mengontrol kompie server sepenuhnya, salah satu contohnya, mematikan (shutdown) kompie server. Sebaliknya pada vncserver hal ini tidak bisa dilakukan mengingat ada session lain yang sedang berjalan pada kompie server.

Bagaimana settingan menggunakan vino ? Continue reading

ng-remote windows dari fedora

win-fedLalu bagaimana bila ingin ngremote windows dari fedora. Mirip dengan cara ng-remote fedora dari windows, yang anda perluin adalah jalankan “vncserver” di kompie windows dan gunakan “vncviewer” di kompie fedora untuk ngremote.

Untuk vncserver di windows, anda bisa download UltraVNC. Sedangkan untuk vncviewer di fedora, install paket vnc, anda bisa menggunakan package manager langsung untuk itu.

UltraVNC dengan sendirinya mengatur settingan pada windows anda, yang harus anda perhatikan cukup menentukan password untuk vncserver, atau port yang akan dibuka jika perlu(default: 5900). Satu hal lagi, jangan lupa untuk ngbuka akses port pada firewall di windows anda.

Untuk penggunaan vncviewer di fedora, anda cukup menentukan IP kompie windows dan port yang digunakan.

vncviewer

ng-remote fedora dari windows

fed2winGara-gara beberapa kerjaan harus dikerjakan di OS yang berbeda, kepaksa remote desktop jadi jalan keluar. Tadinya mo make virtual machine (VMware) tp repot ah nginstall-nginstall lagi. Setelah cari sana sini baru tau ternyata kalo mo ngremote kompie fedora dari kompie windows, kita perlu sistem yang namanya VNC (Virtual Network Computing). Pada fedora harus diinstall “vncserver” dan untuk ngremote nya dari windows make “vncviewer”. Disini, fedora 8 yang gw pake.

Buat nginstall vncserver di fedora, bisa menggunakan package manager langsung ataupun command yum. Ada tiga paket yang diperluin, vnc-server, vnc-libs, and vnc. Sedangkan buat di windows diperlukan vncviewer yang bisa didownload gratis, UltraVNC(recommended) atau RealVNC.

Yang penting kemudian adalah bagaimana settingan vncserver di fedora. Berikut langkah-langkahnya. Continue reading